NI KOMANG PURNAWATI

SRB – 2020-PROVINSI NTB

KULIAH UMUM PEMBATIK LEVEL 4

BERBAGI INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS TIK MEWUJUDKAN MERDEKA BELAJAR



Puji Syukur penulis panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya yang tiada henti. Penulis sampai pada tahap ini merupakan kesempatan yang jarang didapatkan.

Pada kesempatan ini penulis ingin sharing tentang kegiatan pembatik level 4. Untuk menghasilkan DRB yang berkualitas tentu harus mengikuti beberapa langkah-langkah yang sudah ditentukan, sebelum pada tahap pendalaman materi terlebih dahulu penulis dan DRB yang lain seluruh provinsi mengikuti kuliah umum yang dilaksanakan dari tanggal 14-18 september yang di isi oleh narasumber-narasumber yang sangat luar biasa.

Kuliah umum dihari kedua tanggal 15 september 2020 dengan materi yang dibawakan

oleh beberapa Narasumber yaitu :


Charles Bonar Sirait

Presenter televisi dan radio

Konsultan PR

Dengan Topik “ Kiat Sukses Berkomunikasi dan Motivasi Bagi Para Pendidik”

Adapun beberapa point penting yang beliau sampaikan yaitu :

-          Pendidik adalah pusat perhatian public

-          Sebelum menjadi public speaking, terlebih dahulu harus mampu menguasai teknik komunikasi yang sederhana.

-          Seorang pendidik harus melakukan balancing antara media social dengan kompetensi yang dimiliki.

-          Seorang pendidik harus bisa menjadi pemimpin. Memimpin pada dasarnya adalah perkara mempengaruhi dan meyakinkan orang lain.

-          Pendidik harus mampu membuat public terjaga

-          Pendidik harus memiliki kemampuan menarik perhatian public

-          Hari ini semua orang bisa menjadi inspirasi



Dr. Iwan Syahril, Ph.D

Dirjen GTK

Dengan Topik “ Kebijakan Pendidikan Terkait Guru dan Tenaga Kependidikan”

Adapun beberapa hal yang beliau sampaikan yaitu :

-          Menekankan pada profil pelajar Pancasila yaitu berakhlak mulia, mandiri, bernalar tinggi, berbhineka, kreatif, gotong royong.

-          Pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.

-          Teacher quality makes a difference, pentingnya kualitas guru dalam mengajar.

-          Mendalami filosofi Ki Hajar Dewantara “Merdeka Belajar”

  1. Memandang anak dengan rasa hormat yaitu berfokus pada “student centered learning” Jadi guru harus terus belajar, terus melakukan adaptasi, mengupgrade pengetahuan.
  2. Mendidik secara holistic (Budi Pekerti = cipta, rasa, karsa dan raga) akhirnya menjadi peserta didik yang memiliki kebijaksanaan
  3. Mendidik secara relevan/kontekstual

Belajar dari Covid-19

  1. Sikap mental : nyaman dengan ketidaknyamanan, mendukung percepatan terwujudnya budaya inovasi
  2. Beragam tantangan yang dihadapi memaksa pendidik untuk berpikir ulang pendekatan dalam pembelajaran
  3. Mendukung percepatan terwujudnya pembelajaran yang berpusat kepada murid (personalisasi, diferensiasi, teacher the right level)
  4. Menurunnya kecemasan terhadap teknologi

Butet Manurug

Aktivitas Pendidikan dan Pendiri Sekolah Rimba

Dengan topic “Motivasi Guru Dalam Mendidik. Belajar Dalam mengajar”

Point-point penting yang disampaikan yaitu :

-          Pintar atau bodoh itu tergantung siapa yang berbicara dan tempatnya berbicara

-          Belajar di Rimba menggunakan 3 metode yang sesuai dengan culture masyarakat Rimba yaitu Observasi, Bermain, Eksplorasi.

-          Metode yang diajarkan sudah kontekstual tetapi belum mampu mengatasi permasalahan masyarakat Rimba.

-          Harus percaya dan yakin peserta didik memiliki kemampuan bahkan alam sekitarpun menjadi guru, kita guru hanya sebagai pelengkap dari pengetahuan yang mereka miliki.

-          Bapak/Ibu guru harus mampu menerapkan kurikulum yang kontekstual yang sesuai dengan kehidupan nyata.

-          Dalam pembelajaran dikelas untuk berdiskusi masukkanlah permasalahan-permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang dialami secara nyata

-          Prinsip Guru

Belajar sebelum mengajar. Guru punya tanggung jawab social selain mengajar. Mengajar itu sarana pendidikan, bukan tujuan.

-          Pendidikan harus kontekstual berdampak, artinya berkontribusi dalam kehidupan

-          Keberagaman adalah kekuatan

 

Sekian dan terimakasih.

Semoga bermanfaat

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SMAN 4 MATARAM SUKSES GELAR P5 UNTUK TAHUN KE-3

Dari Sabang sampai Merauke, Guru Bersatu Hadirkan Pembelajaran Seru dengan Wayground

Fasilitator Pembelajaran: Menjadi Teman Perjalanan Guru SMP/SMA dalam Menggali Pembelajaran Mendalam Batch 1 di Mataram